Lukisan Sial
Linda's Stupid Stories : Lukisan Sial “Ayo, Linda, jangan baca novel terus. Udah malem. Cepetan tidur. Liburan bukan berarti boleh tidur malam-malam!” teriak Mama dari ruang keluarga. Ihh, Mama. Siapa juga yang baca novel, ucapku dalam hati. Memang aku lagi nggak baca novel saat itu. Jujur aja aku lagi sibuk. Sibuk jadi seniman semalam. Kenapa? Karena aku lagi nglukis buat tugas sekolah. Dan aku pengen sebelum Mama & Papa ngajakin liburan, tugasku udah kelar semua. “Linda, kamu ngapain aja, sih, nak? Dari habis Isya kamu langsung diem di kamar”, Timpal Papa. “Nangis paling, Pa. Kangen Mas Esa! Hihihi”, Sahut Hendra adikku yang paling besar. Dia emang sering godain aku. Dasar jahil! “Woi, siapa yang ngomong gitu?! Dasar sotoy! Aku lagi nglukis, Pa.” Jawabku untuk pertanyaan yang bertubi-tubi itu. Aku harap nggak ada pertannyaan lagi. Jadi aku bisa nerusin kerjaanku. Ternyata jawabanku itu justru bikin Mama penasaran dan langsung melesat ke kamarku. Disambarnya...