Review Korean Drama Taxi Driver Season 2
Halo semuanya! Selamat datang lagi ke blog-ku
ini. Udah lama banget nggak nulis apa-apa di sini. Life got me very busy,
guys! Dan aku juga akhir-akhir ini nggak nemu motivasi buat bikin tulisan
apapun. Anyway, mumpung sekarang lagi bersemangat lagi. Aku mau kasih review
tentang drama yang terakhir aku tonton. So, let’s get started!
Taxi driver adalah drama dari Korea Selatan
yang sekarang sudah berlangsung sampai season 2. Bahkan terakhir
penayangan episode terakhir mencapai 21%. Angka menunjukkan minat pemirsa yang tinggi
akan kasus yang diangkat oleh penulis cerita. Seperti season sebelumnya,
cerita utama dari drama ini yaitu Tim Deluxe Taxi yang menerima permintaan
membalaskan dendam para client yang merasakan ketidakadilan karena posisi
mereka yang lemah. Pak sopir Kim Doki, Owner Pak Jang, Sekertaris Goeun,
Montir Kyungkoo dan Jineon masih tampil kembali dalam season ini dengan
pemeran yang sama. Sayangnya Jaksa Kang Hana yang diperankan Esom tidak lagi
muncul secara fisik kali ini. Padahal di-ending season sebelumnya
terlihat Jaksa Kang yang ikut dalam Tim Deluxe Taxi. Namun dalam beberapa scene
dijelaskan bahwa Jaksa Kang masih
membantu tim dengan profesinya, terutama bila berkaitan dengan penjara.
Secara umum, aku pribadi sangat excited
dengan adanya season 2 ini. Season sebelumnya punya genre
cerita yang terbilang baru untuk aku. Genre anti-hero memang tidak
banyak ada di drama Korea kala itu. Mungkin drama setipe yang aku tonton adalah
The Player yang ceritanya sama-sama sekelompok orang yang membongkar keburukan
suatu instansi. Tapi tentu Taxi Driver lebih memunculkan adegan action yang kental. Selain itu, Taxi Driver membahas
kasus yang berbeda sehingga melibatkan banyak aktor dan aktris yang tidak semuanya
adalah pemain papan atas (maaf kalau salah kata) tapi intinya adalah dengan
begitu aku jadi bisa lebih fokus ke alur cerita dan akting mereka.
Lanjut ke pembahasan plot secara singkat. Cerita
diawali dengan Kim Doki yang masuk penjara dan transformed jadi berbadan
kekar. Scene ini berlatar tahun 2022 saat Tim Deluxe Taxi menyelesaikan
kasus penyebar video asusila. Seperti biasa tim ini berhasil dalam
menyelesaikan tugasnya. Dari episode ini dijelaskan kalau Kim Doki bisa masuk
penjara atau keluar (?) pokoknya urusan dengan penjara ini diatur oleh Jaksa
Kang. Ada scene Owner Jang telpon Jaksa Kang yang sedang belajar lagi
untuk karirnya.
Cerita mundur ke satu tahun kebelakang yang
menceritakan kisah tim ini bisa kembali beroperasi lagi setelah memilih jalan
masing-masing. Tentu yang menyatukan mereka adalah sebuah kasus. Dikisahkan
meskipun mereka sudah memilih jalan hidup masing-masing, mereka masih merasa
kosong dan kurang maksimal dalam menggunakan potensinya di tempat kerja. Kasus
yang menyatukan mereka berkaitan dengan rekruitmen tenaga kerja ke Vietnam.
Mereka mendapat client seorang ayah yang melaporkan anaknya hilang saat
mendaftar kerja ke Vietnam, namun pihak kepolisian tidak bisa berbuat banyak.
Kasus latar belakang kembalinya tim ini yang nantinya ada benang merah hingga
akhir episode.
Kalau seingetku, waktu crew shoot di
Vietnam sempat heboh dikalangan fans yang udah nunggu banget season
2 ini. Ada banyak foto OP bersliweran di internet jadi kurang lebih bisa tau
lah gambaran Lee Jehoon seperti apa. Masih ganteng as always, hehehe.
Dan menurutku writer-nim season 2 ini pinter banget nempatin
sosok ikonik Madam Lim di episode awal-awal. Jujur pasti kisah Madam Lim dan
Wang Tao Zi di season 1 pasti bikin geli semi ngakak ketika kita nonton
drama ini. Hadirnya Madam Lim di episode awal membuat kita ingat lagi kalau ada
selingan “komedi” di tengah ceritanya yang bikin sepaneng dan penuh
pukul-pukulan. Secara pribadi aku semakin penasan dengan hadirnya cameo
Madam Lim dan Wang Tao Zi, apakah ada lagi villain season 1 yang
comeback?
Setelah kasus di Vietnam, anggota tim lain
berhenti dari pekerjaan mereka dan balik lagi ke Rainbow Taxi yang menandakan
mereka mulai nerima lagi client -client yang mengalami kesulitan.
Kemudian ada satu sopir baru yang masih muda daftar ke Rainbow Taxi sebagai On
Hajoon. Peran dia ini sebagai apa dan apakah dia replace posisi Jaksa
Kang? Simak terus ya, masih belum selesai.
Berbeda dengan season sebelumnya,
menurutku kasus yang diangkat di season 2 ini lebih berani. Aku
merasakan déjà vu dengan kasus-kasus terbaru yang aku pernah baca
beneran terjadi di Korea. Waktu nulis review ini aku nggak nonton commentary
atau konten apapun yang bahas kemiripan kasus di Taxi Driver dengan yang
terjadi di dunia nyata. Jadi ini murni pendapatku dan pengetahuanku aja. Yang
paling kerasa adalah kasus aliran sesat, Club Black Sun dan penculikan anak. Mungkin
para pembaca udah pernah dengan dokumenter di Netflix In the Name of God : A
Holy Betrayal. Aku rasa kasus aliran sesat terinspirasi dengan kisah-kisah yang
senada dalam dokumenter itu.
Sedangkan untuk Club Black Sun mungkin kita
nggak asing dengan kasus Burning Sun yang heboh banget pada masanya. Ada tokoh
idol di kasus itu yang namanya Victor, digambarkan sebagai idol papan atas tapi
ternyata seorang petinggi di Club Black Sun. Well, aku nggak bisa bilang
seberapa mirip dengan kasus Burning Sun karena jujur itu di luar kapasitasku
dan bagiku writer-nim beneran berani untuk angkat cerita itu. Walaupun sebatas
terinspirasi tapi elemen-elemen yang bikin mirip udah cukup banget. Ada hal
lain lagi bagiku, ketika scene Victor otw tertangkap oleh Kim
Doki, dia sempat send chat di grup yang intinya bakal merekam perbuatan
dia. Aku jadi teringat akan kasus lain. Tak lain dan tak bukan adalah kasus
grup chat mesum artis yang nggak kalah rame dari Burning Sun. Kalau
nggak salah timeline-nya deketan jadi banyak yang kecampur-campur dari
dua kasus ini. Well, sekali lagi itu cuma pendapatku aja, ya.
Kasus penculikan anak ini nggak terlalu jelas
diceritakan dalam drama. Di drama lebih dijelaskan produk dari kasus penculikan
anak ini, yang mana ada kaitannya dengan main villain yang punya benang
merah sepanjang 16 episode. Tapi aku pernah baca kalau kasus penculikan anak
yang nggak sengaja terpisah dari orang tuanya atau terlihat sendirian di ruang
publik ini beneran kejadian di Korea Selatan (sumber dari akun Twitter
@apriseuldiyana). Kalau drama yang angkat kasus itu sebagai main cerita bisa
tonton Blind, ya.
Secara keseluruhan aku suka dengan drama ini,
memang dasarnya suka genre-nya. Adegan action, kebut-kebutan dan detail explosion
yang jadi ciri khas season 1 balik lagi di season 2 dengan
kualitas yang lebih baik. Saking excited-nya sampai aku cuma butuh 5
hari buat selesaiin the whole series di Viu. Kasus yang di bahas juga
lebih up-to-date jadi lebih terasa fresh. Di season ini
ada gambaran besar yang jelas kalau akhirnya Tim Deluxe Taxi ini harus
menghadapi bos besar yang merasa terusik dengan keberadaan mereka. Aku pribadi
tertarik dengan ide itu, karena skala organisasi yang dilawan nggak main-main.
Jadi aku melihat bahwa season ini menunjukkan masyarakat biasa kalau
bersatu dalam keadilan akan bisa mengalahkan instansi besar yang dzalim. Ditambah
lagi kehadiran Park Hosan sebagai cameo tapi jadi gong dari cerita
keseluruhan menurutku keren banget. Mengingat kemampuan acting Park Hosan yang
memang berangkat dari teater nggak perlu diragukan lagi. Good job!
Terus kalau di season 1 setiap ambil
kasus ada pattern-nya : jemput client , record cerita, FGD, cari fakta, voting,
client pilih buat balas dendam
atau nggak, eksekusi, ending dengan dikasih receipt pembayaran.
Di season ini nggak terlalu dimunculkan pattern itu, mungkin
karena sudah dijelaskan di season sebelumnya juga. Cuma ada beberapa
kali pattern itu dipakai buat tunjukin metode kerja mereka belum berubah. Hal
baiknya adalah jadi nggak terlalu repetitif bagi penonton lama, karena kita
sudah terbiasa dan dianggap paham.
Hal baru dari drama ini adalah peran yang
diambil Shin Jaeha sebagai villain. Sejauh ini, peran dia di drama yang
aku tonton tergolong aman dan cocok sama mukanya. Baik, lembut dan ada kesan
junior yang masih perlu banyak belajar dari seniornya, hehehe. Awal diumumkan Shin
Jaeha masuk jadi cast Taxi Driver, aku penasaran banget peran apa yang
akan diambil. Jujur aku kira dia bakal jadi pengganti Esom sebagai jaksa baru
atau junior Jaksa Kang. Pokoknya sebagai perwakilan staf pemerintahan yang akan
bantu Tim Deluxe Taxi secara legal karena wajahnya nggak ada image
jahat-jahatnya, tapi justru itu twist yang dipakai sutradara dalam season
ini. Akting dia sebagai penjahat elit yang suka senyum-senyum agak mengingatkan
kita sama Ok Taecyeon sebagai Babel Boss di Vincenzo dan Kim Bum sebagai Lee
Rang di The Tale of The Nine Tailed. Jahat dan playful.
Menurutku secara pribadi, tanpa mengurangi rasa
hormat dan membuat yang belum nonton jadi tidak bersemangat, memang season
1 terasa lebih seru. Ya wajar aja, seperti yang sudah aku sampaikan di atas
kalau dulu waktu pertama kali tau drama ini ceritanya termasuk “rare” pada awal
kemunculannya, jadi impact-nya beda. Bahkan misalnya nggak dibuat season
lanjutan juga nggak apa-apa. Biarkan jadi open ending apakah tim
masih lanjut atau nggak. Season 2 ini juga nggak terlalu banyak inovasi
menurutku, jadi aku nggak perlu mikir keras teka-teki yang ada karena semuanya
udah jelas. Termasuk peran On Hajoon yang ternyata jahat sudah terasa dari
awal-awal kehadirannya. Terlebih lagi, aku merasa main character di sini
semuanya punya plot armour. Meskipun nggak sampai kena penyiksaan
seperti di season sebelumnya, tapi aku merasa kehebatan mereka sampai
nggak pernah bisa tertangkap atau buruk-buruknya mati itu terlalu nggak logis. Apalagi
sudah jelas kalau lawan utama di season ini ada organisasi yang bahkan
punya kaki tangan di kepolisian. Di sini aku merasa seharusnya sosok Jaksa Kang
masih ada secara fisik untuk back-up tim secara legal. Atau minimal
mantan atasan Jaksa Kang, Jaksa Jo, yang masih berteman dengan Owner
Jang lebih dihidupkan lagi perannya.
Keganjilan lain yang bisa aku sebut terlalu over
power terutama ada di Goeun yang terlihat selalu bisa hack semua gadget
tanpa gagal. Padahal di season 1 kita bisa lihat kalau Goeun pernah
kesulitan di kasus U-Data. Tapi entah bagaimana selalu ada celah untuk masuk ke
sistem lawan. Yang paling tampak jelas di kasus malpraktek, karena kesannya
semua serba kebetulan waktu Doki berusaha bawa kamera masuk ke ruang operasi.
Rasanya kebetulan banget juga dia bisa masuk ke ruang arsip rumah sakit tanpa
halangan yang berarti.
Terakhir, menurutku kehadiran On Hajoon sebagai
new villain masih kurang digali. Untuk ukuran villain aja screen
time dia termasuk minim. Padahal kisah dia kalau digali lebih awal, mungkin
3 atau 4 episode terakhir, bisa jadi twist yang bagus buat ending
drama ini. Awalnya dari kasus club malam ternyata berakhir ke pembongkaran
kasus penculikan anak berkedok uskup palsu, bukan ide yang jelek menurutku.
Penyajian On Hajoon yang berubah jadi ally kurang smooth dan
terlalu mendadak. Dia sebagai orang yang cerdas, sebagai manajer di organisasi,
yang berperan dalam menyusun rencana pembangunan organisasi malah kurang
tercermin disisa cerita. Harusnya ketika dia disodori fakta oleh Owner
Jang kalau dia selama ini ditipu Sang Uskup, dia nggak langsung percaya. Yang
dipertaruhkan kesetiaan dia selama hampir setengah hidupnya, lho, masa dia bisa
langsung percaya Owner Jang yang notabene adalah musuhnya? Aku nggak
melihat konfrontasi atau usaha dia mengonfirmasi ke Sang Uskup lewat
percakapan. Walaupun memang di akhir cerita hubungan mereka nggak bagus karena
kerjanya dianggap kurang memuaskan oleh Sang Uskup, tapi kesetiaannya masih
ada. Tercermin dari dia bilang mau bunuh Kim Doki waktu dijebloskan ke sel
sebelah.
Oke aku udah bilang itu terakhir ya, tapi
bagiku ada satu ick buatku, hahaha. Yaitu waktu preview episode
11 di ending episode 10. Episode 10 nunjukin mobil Kim Doki meledak yang
hampir nggak mungkin buat selamat. Member lain yang jadi saksi mata histeris
dan coba membantu. Dari jarak jauh suruhan On Hajoon sudah mendokumentasikan
mobil meledak, siap dikirimkan ke Si Bos. Perfect. Kemudian preview
episode 11 menunjukkan Goeun sebagai chief in mourning. Kantor tutup,
semua berduka, ada tumpukan bunga krisan putih. Eeehhhh….tiba-tiba Kim Doki
masih muncul naik taksi. Bukannya itu harusnya jadi surprise, ya? Kenapa
malah masuk di preview? Kan, jadi kurang kaget nontonnya…
Ya, itulah review saya tentang K-drama Taxi Driver Season 2. Dengar-dengar akan ada season 3-nya juga. Seperti apa cast-nya dan kapan tayangnya kita tunggu saja bersama. Kalau ada informasi yang salah atau perkataan yang kurang berkenan mohon maaf, ya. Yang jelas ini semua murni pendapat saya. Terima kasih semuaaaa.

Komentar
Posting Komentar